Membran semipermeabel: besaran mana yang menjadi sama?
Latihan 25 · Pelajaran 6 — Hukum Kedua Termodinamika
kesetimbangan
membran semipermeabel
potensial kimia
tekanan parsial
sekat tetap
sekat bergerak
Soal
Bejana kaku terisolasi bervolume 2V0 mengandung dua campuran gas ideal monoatomik A dan B, dipisahkan membran diatermal. Membran melewatkan A tetapi tidak B. Mula-mula ditahan dan dibuat kedap, membran membagi bejana menjadi dua volume sama V0 pada suhu yang sama T0. Di kiri terdapat 2N0 partikel A dan N0 partikel B; di kanan N0 partikel A dan 2N0 partikel B. Permeabilitas selektif kemudian diaktifkan. Energi membran dan interaksi antarpartikel diabaikan.
Untuk soal ini, terima perluasan identitas termodinamika bagi jumlah partikel yang berubah:
dU=TdS−PdV+μAdNA+μBdNB.
μs adalah potensial kimia per partikel spesies s. Untuk setiap campuran ideal, terima juga
U=23(NA+NB)kBT,P=pA+pB,ps=VNskBT.
Potensial kimia spesies s∈{A,B} adalah
μs(T,ps)=μs∘(T)+kBTlnp∘ps,
dengan p∘ tekanan acuan.
Gambarkan bejana dan komponennya. Bandingkan tekanan total awal, lalu tekanan parsial A. Gunakan potensial kimia untuk memprediksi arah awal perpindahan A.
Membran tetap diam. Tuliskan dStot dalam redistribusi yang diperbolehkan dU1 dan dNA,1, lalu turunkan syarat stasioneritas. Haruskah tekanan total sama, atau μB sama?
Tentukan suhu akhir, jumlah partikel A, dan tekanan total. Pada suhu T0, verifikasi bahwa distribusi A yang ditemukan merupakan maksimum entropi terhadap perpindahan A.
Mulai dari keadaan ini, bebaskan membran. Membran bergerak tanpa gesekan atau gaya tambahan dan tetap diatermal serta selektif. Syarat apa yang bertambah? Tentukan kesetimbangan baru: volume, jumlah partikel A, suhu, dan tekanan total bersama.
Perhitungan numerik: N0=NAn0, dengan n0=1,0mol,V0=10L dan T0=300K. Ingat hubungan R=NAkB dan diberikan
NA=6,022×1023mol−1,kB=1,380649×10−23JK−1.
Untuk membran tetap kemudian bergerak, hitung tekanan akhir dan jumlah A di setiap sisi (dalam mol), serta volume akhir ketika membran bergerak.
Petunjuk
Petunjuk
Pada volume tetap, dS=dU/T−μAdNA/T jika B tidak melintasi membran. Yang diterima satu sisi hilang dari sisi lain. Saat membran bergerak, tambahkan suku (P1/T1−P2/T2)dV1.
Pembahasan terperinci
Solusi
Gambar 1
Pertanyaan 1. Gambar membedakan kedua spesies dan menunjukkan hanya A yang dapat melintas. Tetapkan P∗=N0kBT0/V0. Setiap ruang mula-mula mengandung 3N0 partikel:
Untuk tekanan parsial A, hanya partikel A yang dihitung: 2N0 di kiri dan N0 di kanan. Mula-mula P1,i=P2,i=3P∗, tetapi pA,1,i=2P∗ dan pA,2,i=P∗. Jadi μA,1−μA,2=kBT0ln2>0: A mula-mula berpindah dari kiri ke kanan. Untuk dNA,1<0 pada suhu sama, perubahan entropi total (μA,2−μA,1)dNA,1/T0 positif. Kesamaan tekanan total tidak cukup menghentikan difusi. Dalam selisih potensial kimia, kedua suku μA∘(T0) saling menghapus; logaritma digabung menjadi kBT0ln(pA,1,i/pA,2,i)=kBT0ln2.
Pertanyaan 2. Energi total dan jumlah total A kekal; jumlah B pada setiap sisi tetap. Menggunakan dU2=−dU1,dNA,2=−dNA,1 dan dNB,1=dNB,2=0, diperoleh
dSj=TjdUj−TjμA,jdNA,j(j=1,2).
Konduksi kalor dan perpindahan A diperbolehkan: variasinya dapat diuji secara independen. Jadi stasioneritas mengharuskan 1/T1−1/T2=0, yaitu T1=T2, lalu (μA,2−μA,1)/T=0, yaitu μA,1=μA,2. Tidak diharuskan P1=P2 (membran ditahan) maupun μB,1=μB,2 (B tidak melintas).
Pertanyaan 3. Energi total awal adalah 9N0kBT0 dan jumlah total partikel tetap 6N0. Memang, Ui=(3/2)(3N0+3N0)kBT0=9N0kBT0. Pada suhu akhir bersama T, berlaku Uf=(3/2)(6N0)kBT=9N0kBT. Kesamaan Uf=Ui memberikan T=T0. Kesamaan potensial kimia A menjadi
kBT0lnp∘pA,1=kBT0lnp∘pA,2.
Pembagian dengan kBT0 lalu eksponensiasi memberikan pA,1=pA,2. Karena volumenya sama, faktor kBT0/V0 saling menghapus: NA,1=NA,2. Karena NA,1+NA,2=3N0, masing-masing bernilai 3N0/2. Menambahkan partikel B menghasilkan
Suku energi saling menghapus karena suhu sama dan dU1+dU2=0. Untuk mendiferensialkan sekali lagi, tulis ln(3N0−a)−lna: turunannya −1/(3N0−a)−1/a. Jadi diperoleh
Distribusi sama merupakan satu-satunya maksimum pada 0<a<3N0.
Pertanyaan 4. Stasioneritas terhadap volume menambahkan P1=P2: suku yang ditambahkan ke dStot adalah (P1/T1−P2/T2)dV1. Koefisiennya harus nol; dengan T1=T2, ini mengharuskan tekanan total sama. Suhu akhir masih T0 dari neraca energi yang sama seperti pertanyaan 3. Karena pA,1=pA,2, kesamaan tekanan total mengakibatkan pB,1=pB,2. B tidak melintas:
V1N0=V22N0,V1+V2=2V0,
sehingga V2=2V1, lalu 3V1=2V0: V1=2V0/3 dan V2=4V0/3. Untuk A, kesamaan tekanan parsial memberikan NA,1/V1=NA,2/V2, sehingga NA,2=2NA,1. Jumlahnya 3N0, maka diperoleh NA,1=N0 dan NA,2=2N0. Akhirnya Pf=(N0+N0)kBT0/(2V0/3)=3P∗. Hasilnya adalah
Kesamaan tekanan parsial B di sini adalah konsekuensi syarat lain dan model ideal, bukan syarat yang ditetapkan oleh pertukaran B. Jumlah A tidak lagi sama: konsentrasinya, dan karenanya tekanan parsialnya, yang menjadi sama.
Pertanyaan 5. Ubah volume ke satuan SI untuk menghitung tekanan: V0=10L=10−2m3. Konstanta NA mengubah jumlah zat menjadi jumlah partikel: N0=NAn0 dengan n0=1,0mol. Pertama hitung
R=NAkB=(6,022×1023)(1,380649×10−23)≃8,314Jmol−1K−1.
Dengan N0kB=n0R, skala tekanan yang diperkenalkan pada pertanyaan 1 adalah
karena 1bar=105Pa. Tekanan ini membantu perhitungan; bukan dengan sendirinya tekanan total suatu ruang.
Membran tetap. Setiap volume tetap 10L. Pertanyaan 3 memberikan NA,1=NA,2=3N0/2. Untuk mengubah jumlah partikel menjadi mol, bagi dengan NA:
nA,1=nA,2=2NA3N0=23×1mol=1,5mol.
B tidak melintasi membran: tersisa 1mol B di kiri dan 2mol di kanan. Jumlah total adalah 2,5mol dan 3,5mol. Pada T0=300K, persamaan P=nRT/V memberikan secara terpisah